Puisi Jembatan Karya Sutardji Calzoum Bachri

Written By Rico Ade Mandana on Sabtu, 22 Desember 2012 | 22.08

ricoademandana - Puisi Jembatan Karya Sutardji Calzoum Bachri - Siapa yang tidak mengenal dengan puisi, sebuah kalimat-kalimat yang tersusun dengan indah yang memiliki makna tersirat didalamnya.

Karikatur Sutardji Cazoum Bachri
Karikatur Sutardji Cazoum Bachri
Sumber Gambar Klik Ini
Dalam postingan saya kali ini, saya cantumkan puisi karya Sutardji Calzoum Bachri berjudul "Jembatan", puisi ini pernah diperankan oleh teater HOM PIM PAH.


Teater HOM PIM PAH adalah UKM teater dari lembaga intra Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Malang.

Puisi ini tidak murni dibaca oleh seorang "puiser" (saya tidak tahu apa nama pembaca puisi Hahaha), namun juga diperankan oleh beberapa aktor pendukung didalamnya.

Namun saya tidak akan membahas siapa, kapan, dimana, apa, kenapa, dan bagaimana puisi ini di perankan oleh beberapa aktor yang biasa disebut Musikalisasi Puisi tersebut.

Dilain waktu saya akan posting upload video saya di Youtube tentang Musikalisasi Puisi yang membawakan puisi karya Sutardji Calzoum Bachri pria kelahiran Riau 1941.

Sutardji Calzoum Bachri
Sutardji Calzoum Bachri
Sumber Gambar Klik Ini
Dan Berikut adalah puisi yang memiliki arti tentang sebuah kesenjangan antara golongan atas dan golongan bawah yang mencerminkan kehidupan bermasyarakat di sekitar kita, silahkan membaca :)


Sutardji Calzoum Bachri


Sedalam-Dalam Sajak Takkan Mampu Menampung Airmata Bangsa
Kata-Kata Telah Lama Terperangkap
Dalam Basa-Basi, Dalam Ewuh Pekewuh 
Dalam Isyarat Dan Kilah Tanpa Makna

Maka Aku Pun Pergi Menatap Pada Wajah Orang Berjuta
Wajah Orang Jalanan Yang Berdiri Satu Kaki

Dalam Penuh Sesak Bis Kota
Wajah Orang Tergusur
Wajah Yang Ditilang Malang
Wajah Legam Pemulung Yang Memungut Remah-Remah Pembangunan

Wajah Yang Hanya Mampu Menjadi Sekedar
Penonton Etalase Indah Di Berbagai Plaza
Wajah Yang Diam-Diam Menjerit Melengking
Melolong Dan Mengucap:

Tanah Air Kita Satu
Bangsa Kita Satu
Bahasa Kita Satu
Bendera Kita Satu

Tapi Wahai Saudara Satu Bendera, Kenapa
Kini Ada Sesuatu Yang Terasa Jauh Beda Di Antara Kita?
Sementara Jalan-Jalan Mekar Di Mana-Mana
Menghubungkan Kota-Kota, 

Jembatan-Jembatan
Tumbuh Kokoh Merentangi Semua Sungai Dan Lembah
Yang Ada. Tapi Siapakah Yang Mampu Menjembatani
Jurang Di Antara Kita?

Di Lembah-Lembah Kusam Pada Pucuk Tulang Kersang
Dan Otot Linu Mengerang Mereka Pancangkan Koyak-Moyak
Bendera Hati Dipijak Ketidakpedulian Pada Saudara
Gerimis Tak Mampu Menguncupkan Kibarannya.

Lalu Tanpa Tangis Mereka Menyanyi:
Padamu Negeri
Airmata Kami



Rico Ade Mandana

thumbnail Title: Puisi Jembatan Karya Sutardji Calzoum Bachri
Posted by: Rico Ade Mandana
Published : 2012-12-22T22:08:00+07:00
Rating: 4.5
Reviewer: 5 Reviews
Blog, Updated at: 22.08
Posted by: Rico Ade Mandana
Ricoademandana.com